Keuntungan dan Kerugian Beton Bertulang

keuntungan dan kerugian beton bertulang

Beton Bertulang

Beton bertulang merupakan kombinasi gabungan dari dua unsur bahan yaitu beton dan tulangan baja atau besi yang digunakan secara bersama-sama.

Sehingga beton bertulang adalah beton yang ditambahi dengan tulang yang diperhitungkan menurut luasan dengan jumlah tulangan tertentu agar mendapat sebuah penampang yang bekerja bersama untuk menahan gaya yang dibebankan pada beton bertulang tersebut.

Sebelum membahas mengenai keuntungan dan kerugian beton bertulang, ada baiknya kita sedikit mengetahui tentang beton dan beton bertulang itu sendiri.

Beton merupakan campuran semen, agregat halus, agregat kasar dan air.

Sedangkan besi yang digunakan sebagai tulangan pada beton bertulang dapat berupa besi polos maupun besi ulir.

Jika sebuah beton memiliki berat isi antara 2200 hingga 2500 kg/m3 maka beton tersebut memiliki berat normal.

Keuntungan dan Kerugian Beton Bertulang

Ada beberapa keuntungan dan kerugian beton bertulang yang dapat ditemui dalam sebuah konstruksi bangunan tertentu.

Identifikasi keuntungan dan kerugian beton bertulang tersebut dapat dilihat dari segi perawatan, perbandingan dengan bahan konstruksi lain hingga tingkat durabilitasnya.

KEUNTUNGAN

Kelebihan dari struktur beton bertulang adalah kepraktisannya karena hampir tidak pernah membutuhkan pemeliharaan khusus.

Selain itu struktur dari beton bertulang juga dapat dibentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi yang bermacam-macam.

Keuntungan yang lain dari beton bertulang sebagai konstruksi utama antara lain adalah:

  1. Beton bertulang memiliki bentuk yang sangat kokoh dengan tingkat durabilitas yang tinggi. Ketahanannya yang tinggi ini membuat beton bertulang lebih awet dan memiliki jangka waktu ketahanan yang lebih lama bila dibandingkan dengan material bangunan lain. Hal ini dipengaruhi oleh hukum kimia dari proses pemadatan semen yang semakin lama dapat menyerupai batuan.
  2. Beton bertulang memiliki ketahanan yang tinggi terhadap air dan api. Tidak seperti baja atau bahan metal lain, beton tidak mudah berkarat dikarenakan air. Selain itu pada beberapa kasus kebakaran, struktur beton hanya akan mengalami kerusakan bakar di bagian permukaannya saja, tidak secara keseluruhan.
  3. Memiliki ketahanan yang lama dan awet, membuat beton bertulang memiliki biaya pemeiharaan yang sangat rendah sebagai salah satu kelebihan lainnya.
  4. Dibandingkan lagi dengan struktur baja, pembuatan dan instalasi dari konstruksi beton bertulang lebih mudah dan dapat diatasi dengan tenaga yang memiliki keahlian khusus yang tidak terlalu tinggi.
  5. Kuat tekan pada struktur beton bertulang relatif lebih tinggi bila dibandingkan bahan konstruksi lainnya.
  6. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, beton bertulang dapat digunakan dalam berbagai macam bentuk dan fungsi. Di antaranya sebagai kolom, balok hingga plat lantai sebuah bangunan.
  7. Untuk struktur seperti dinding basement, pondasi tapak, tiang tumpuan jembatan dan beberapa jenis struktur semacamnya, beton bertulang merupakan salah satu pilihan konstruksi yang lebih menghemat biaya produksi.
KERUGIAN

Pada pembahasan keuntungan dan kerugian beton bertulang ini, selain membahas kelebihan tentu juga ada kekurangan dari konstruksi beton bertulang.

Kekurangan dari konstruksi beton bertulang ini antara lain adalah:

  1. Waktu persiapan dan pengerjaannya yang lama tergantung dari kemampuan dan kesiapan penyedia jasa maupun staf ahli yang memproduksi.
  2. Selain waktu, tingkat kualitas dari beton bertulang juga bervariasi tergantung dari para pembuatnya. Variasi tersebut juga menjadi tambahan kekurangan dari beton bertulang yang berdampak pada sifat beton dan proporsi campuran serta pengadukan yang berbeda-beda satu sama lain.
  3. Beton bertulang membutuhkan bantuan penggunaan bekisting untuk penahan saat dilakukan pengecoran beton hingga beton mengeras. Beban beton yang besar ini akan membutuhkan penampang bekisting yang lebih besar dari ukuran konstruksi beton itu sendiri.
  4. Penggunaan bekisting sebagai pembantu beton membutuhkan biaya tambahan yang relative tinggi hingga sepertiga ataupun dua pertiga dari total harga pengadaan beton itu sendiri.
  5. Beton bertulang memiliki kuat tarik yang sangat rendah sehingga diperlukan bantuan tambahan dari digunakannya tulangan tarik.

Demikianlah beberapa keuntungan dan kekurangan dari konstruksi beton bertulang.

Semoga bermanfaat

Informasi Produk & Layanan

Telpon kami untuk mendapatkan informasi produk serta layanan dari Indonusa !

Informasi Produk & Layanan

Telpon kami untuk mendapatkan informasi produk serta layanan dari Indonusa !

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove
Close Menu