Kelebihan Dan Kekurangan Aspal Pada Konstruksi Jalan

kelebihan dan kekurangan aspal

Pernahkah Anda memperhatikan struktur jalan yang Anda lintasi? Jika iya, tentu Anda akan menyadari bahwa terdapat beberapa jenis jalan yang pembuatannya bergantung pada kegunaan dan kebutuhan.

Di Indonesia sendiri, terdapat dua jenis jalan yaitu jalan beton readymix dan jalan aspal.

Pada akhir-akhir ini sepertinya pembuatan jalan beton lebih sering ditemui daripada aspal.

Tentunya hal ini telah dipertimbangkan dengan memperhatikan kelebihan dan kekurangan aspal dan beton.

Dan pada kali ini, tema yang akan kita bahas adalah mengenai kelebihan dan kekurangan aspal pada pekerjaan jalan.

Konstruksi Jalan Aspal

Sebelum masuk ke materi kelebihan dan kekurangan aspal, mari kita kenali lebih dahulu mengenai jalan aspal.

Konstruksi jalan aspal terdiri dari kerikil, pasir, dan agregat yang kemudian campuran tersebut direkatkan dengan semen aspal.

Sedangkan aspal sendiri adalah hasil tambang yang bersifat lengket, hitam, dan tebal.

Jadi pada dasarnya, yang kita sebut dengan aspal hanyalah berfungsi sebagai perekat.

Pada penerapannya, konstruksi jalan aspal banyak digunakan untuk melayani volume lalu lintas yang tinggi.

Untuk mengetahui alasannya, silakan baca mengenai kelebihan dan kekurangan aspal yang akan diuraikan berikut ini.

Kelebihan Dan Kekurangan Aspal

Kelebihan Jalan Aspal

  1. Jalan lebih halus
    Berbeda dengan jalan beton yang kehalusan jalan sangat bergantung pada proses pengecoran, jalan aspal lebih mudah untuk dibuat halus tanpa adanya gelombang sehingga pengguna jalan dapat lebih nyaman dan aman ketika berkendara.
  2. Harga lebih ekonomis
    Pembuatan jalan aspal mengeluarkan biaya yang lebih murah dibanding dengan pembuatan jalan beton.
  3. Menghasilkan kebisingan lebih rendah
    Dibandingkan dengan beton, suara yang dihasilkan dari roda kendaraan ketika bergesekan dengan jalan aspal lebih kecil dan tidak bising. Hal ini membuat aspal sangat cocok diterapkan di jalan raya sehingga suara jalan tidak akan mengganggu fokus pengendara.
  4. Lebih mudah diperbaiki
    Apabila aspal rusak, perbaikan hanya dilakukan pada area yang rusak dengan menambalnya. Dibandingkan dengan beton, proses perawatan lebih mudah dan hasilnya juga lebih rapi, karena pada konstruksi beton perbaikan dilakukan dengan cara menumpang pada konstruksi jalan sebelumnya yang mengakibatkan permukaan bergelombang dan tidak rata.
  5. Warna lebih teduh
    Warna hitam pada aspal memberikan efek teduh pada pengendara. Hal ini dirasa lebih baik daripada suasana yang ditimbulkan warna beton yang cenderung keras dan gersang.
  6. Waktu pembuatan lebih cepat
    Proses pembuatan aspal lebih cepat daripada beton yang membutuhkan waktu lama sampai mencapai kekuatan tertentu agar dapat dilewati pengendara. Masa pengawetan aspal hanya sekitar satu sampai dua hari, sedangkan beton membutuhkan waktu 1-3 minggu.

Kekurangan Jalan Aspal

  1. Kurang tahan lama
    Mungkin kita sering melihat jalan-jalan yang rusak pada saat musim hujan. Inilah salah satu kekurangan aspal, yaitu tidak tahan terhadap genangan air. Aspal juga lemah terhadap cuaca panas. Suhu yang terlalu tinggi dapat melemahkan pengikat aspal sehingga daya rekatnya berkurang. Apabila pada kondisi ini aspal diberikan beban yang cukup berat, maka bagian permukaan aspal akan lebih cepat rusak. Tidak hanya itu, suhu yang terlalu dingin juga dapat menimbulkan keretakan pada aspal. Inilah sebabnya, perlu dilakukan perawatan untuk meningkatkan daya tahan aspal. Jalan aspal yang terpasang dengan benar hanya bisa bertahan maksimal 20 tahun, sedangkan beton bisa bertahan sampai 30 tahun.
  2. Bergantung pada kondisi tanah
    Apabila kondisi tanah buruk dan tidak rata, perlu dilakukan perbaikan tanah terlebih dahulu sebelum ditumpangi konstruksi aspal.
  3. Membutuhkan banyak perawatan
    Dibandingkan dengan beton, aspal membutuhkan waktu perawatan yang lebih banyak dari waktu ke waktu untuk mencegah kerusakan. Misalnya, menutup kembali jalan aspal setiap 3 tahun sekali.
  4. Memerlukan sistem drainase
    Untuk mengatasi kelemahan aspal terhadap genangan lain, dibutuhkan pembuangan air atau sistem drainase yang baik agar lapisan aspal tetap kuat.
Sekian artikel mengenai kelebihan dan kekurangan aspal dalam konstruksi jalan.
Semoga artikel ini dapat membantu dan menambah pengetahuan anda.
Terima kasih.

Informasi Produk & Layanan

Telpon kami untuk mendapatkan informasi produk serta layanan dari Indonusa !

Informasi Produk & Layanan

Telpon kami untuk mendapatkan informasi produk serta layanan dari Indonusa !

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove
Close Menu