Definisi Dan Fungsi Sloof Beton

sloof beton

Sloof Beton

Sloof beton akan dikerjakan setelah fondasi selesai dipasang. Jadi bila ingin di jabarkan definsi sloof, kurang lebih gambarannya, seperti berikut : Sloof beton bertulang di pasang secara horisontal persis di atas bagian fondasi.

Karena sloof berfungsi membagi masa beban sebuah bangunan kepada seluruh fondasi secara merata. Sehingga dapat dikatakan bila sloof merupakan bagian vital yang menjaga keseimbangan bangunan agar tidak roboh.

Khusus pada bangunan yang di desain agar tahan terhadap goncangan seperti gempa. Wajib memasang angker dengan diameter dan jarak tertentu di sepanjang struktur fondasi. Semuanya harus menyesuaikan masa beban dan tingkatan bangunan.

Proses Penempatan Sloof Beton

Penempatan konstruksi sloof untuk bangunan tidak bertingkat jarak antara dinding dengan kolom beton sekitar 3 mtr. Sloof dapat langsung dipasang di atas fondasi bangunan yang terbih dahulu dibersihkan. Umumnya ukuran sloof beton bertulang sekitar 20 cm. Karena fungsinya adalah membagi masa beban banguna pada tiang fondasi. Jadilah balok beton juga berfungsi sebagai pengikat bangunan.

Walau memiliki bentuk yang sama tetapi Grade beam bukanlah tie beam atau sloof. Karena keduanya memiliki fungsi dan penempatan balok yang berbeda. Dalam proses pembangunan ada cara hitungan yang menentukan berapa kebutuhan tie beam pada keseluruhan luas fondasi.

selimut beton

Bahan membuat sloof beton adalah semen yang di campur dengan pasir serta koral. Cara perbandingan bahan tersebut 1:2:2. Proses untuk pemasangan tiang pemancang besi harus dilakukan setelah proses cor beton usai. Karena tiang harus melekat erat denga permukaan fondasi. Nantinya setiap ujung besi sloof akan di bengkokan sebagai pengait.

sloof beton

Cara Pemasangan Sloof Beton

Prosedur pemasangan sloof beton di setiap bangunan caranya berbeda-beda. Metode pelaksanaan harus mengikuti struktur gambar kerja bangunan. Hanya ada yang bisa di tarik secara garis besar dalam proses pemasangan sloof beton bertulang.

  1. Sebagai permulaan pengerjaan sloof beton maka harus terlebih dahulu disiapkan papan bekisting, besi beton , job mix design dan formula.
  2. Tempatkan besi stek pada lantai dengan cara di bor. Fungsinya agar papan bekisting di letakkan presisis di atas titik koordinat.
  3. Kemudian besi mulai di rakit mengikuti kebutuhan yang tercatat dalam gambar kerja.
  4. Proses pengerjaan beton decking agar bersamaan dengan prosedur kerja bekisting sloof. Karena akan terjadi keterkaitan fungsi selama pengecoran berjalan, diantaranya mencegah perubahan jarak pada selimut beton.
  5. Wajib mengikat bekisting tiang dengan sabuk sloof atau tie rod yang di buat dari besi ulir berdiameter 10 mm dan plat besi.
  6. Jarak peletakan sloof beton adalah 2:1, jika jarak antara kolom 4 mtr maka membutuhkan 2 sabuk sloof dengan jarak seimbang.
  7. Pengecoran beton harus menggunakan alat concreate vibrator agar hasilnya merata. Prosedur ini dikerjakan setelah papan bekisting dan besi beton selesai di rapatkan.

Cek Disini : Harga Jual U-Ditch Beton

Kesatuan Konsep Seluruh Elemen Bangunan

Setelah metode pengerjaan slooof beton bertulang usai di kerjakan. Maka idealnya harus mampu menerima masa beban bangunan. Selain itu beban bangunanpun akan tersebar secara merata, karena disalurkan oleh tie beam hingga ke atas fondasi.

Sloof beton yang terpasang sempurna mampu membuat struktur bangunan sangat kuat. Sehingga mampu menghadapi semua kemungkinan cuaca, ataupun bencana alam. Jika pengerjaanya rapi, sloof beton dapat di fungsikan juga sebagai dekorasi pada eksterior bangunan. Terlebih pada area facad yang mudah dilihat orang.

Zaman sekarang setiap elemen dalam bangunan tidak di biarkan berdiri sendiri membawa konsep dang fungsi. Melainkan masing-masing elemen di rancang sedemikian rupa agar bisa memiliki konsep yang menyatu dengan tampilan bangunan utama.

Informasi Produk & Layanan

Chat via WhatsApp dengan Tim Sales Indonusa sekarang juga!

Close Menu