Definisi Besi Hollow dan Keunggulan Besi Hollow

Besi hollow adalah salah satu jenis besi beton yang digunakan untuk konstruksi bangunan. Disebut besi hollow karena sesuai dengan namanya, besi ini berbentuk batangan berongga. Dengan penampang berbentuk segi empat, besi hollow juga disebut pipa kotak.

Keunggulan Besi Hollow

Besi hollow (juga dikenal sebagai pipa hollow) adalah jenis profil baja berbentuk tabung dengan bagian dalam yang kosong atau berongga. Biasanya, besi hollow memiliki penampang melingkar atau persegi panjang dengan dinding yang relatif tipis dibandingkan dengan dimensi keseluruhan profilnya.

Pipa Hollow banyak digunakan dalam berbagai aplikasi konstruksi dan manufaktur, karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

1. Kekuatan struktural
Meskipun memiliki dinding tipis, besi hollow memiliki kekuatan yang cukup tinggi. Ini membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk struktur bangunan yang membutuhkan dukungan dan ketahanan tertentu.

2. Ringan
Dibandingkan dengan profil baja massif dengan dimensi yang sama, pipa hollow relatif lebih ringan. Hal ini memudahkan proses pengangkutan, pemasangan, dan pengolahan.

3. Estetika
Profil besi hollow memberikan tampilan yang lebih modern dan estetis dalam desain bangunan atau produk. Mereka dapat digunakan untuk menciptakan efek visual yang menarik dan memberikan keindahan pada struktur atau produk.

4. Kemudahan penggunaan
Besi hollow dapat dipotong, dibengkokkan, dan disambung dengan mudah. Ini memungkinkan untuk pengolahan dan penyesuaian yang lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan proyek.

Besi hollow tersedia dalam berbagai ukuran dan ketebalan dinding, sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi proyek tertentu. Mereka sering digunakan dalam konstruksi rangka atap, tiang-tiang struktural, rak, meja, dan berbagai aplikasi lainnya di berbagai sektor industri.

Tipe - Tipe Besi Hollow dan Spesifikasinya

1. Besi Hollow Hitam
Alasan kenapa disebut dengan nama besi hollow hitam? Karena besi hollow satu ini memiliki permukaan yang berwarna hitam cenderung keabu-abuan. Besi hollow hitam terbuat dari plat berwarna hitam yang berbahan dasar baja canai panas (hot – rolled¬ steel).
Besi Hollow hitam ini merupakan salah satu produk dengan menggunakan material yang paling standar dan banyak digunakan serta ditemui di pasaran. Selain itu, besi hollow hitam memiliki variasi ukuran dan terlengkap apabila dibandingkan dengan jenis besi hollow lainnya.

Besi hollow hitam ini dimanfaatkan untuk pembuatan pagar rumah, pengaman pada rumah bertingkat, dan pembuatan kanopi. Banyak juga industri karoseri yang menggunakannya untuk membuat ban truk. Meskipun begitu, besi hollow hitam ini sangat mudah untuk berkarat, sehingga dalam penggunaannya  besi hollow hitam ini harus dilapisi lagi dengan cat untuk hasil akhirnya.

2. Besi Hollow Galvanize
Besi hollow yang paling populer digunakan dibandingkan dengan besi hollow lainnya adalah besi Hollow Galvanize. Seperti namanya, besi hollow galvanize ini terbuat dari plat baja galvanize yang diklaim tahan terhadap karat atau korosi. Pada umumnya, material baja yang berbahan dasar galvanize terbuat dari material canai panas (hot rolled) dan canai dingin (cold rolled) yang lapisannya dilapisi oleh galvanize.

Lapisan dari material galvanize ini mengandung zinc coating sebesar 97% dan mengandung kadar aluminium dan zat lainnya sebanyak 3%. Karena sifatnya yang tahan terhadap karat, besi hollow galvanize ini lebih disukai para kontraktor bangunan atau pemilik rumah untuk membuat interior atau eksterior rumah. Namun meskipun begitu, besi hollow galvanize ini masih perlu ditambahkan lapisan cat anti karat.

3. Besi Hollow Galvalume
Tidak berbeda jauh dengan besi hollow galvanize, besi hollow galvalume juga mempunyai lapisan luar, hanya saja kandungannya yang berbeda. Jika di besi hollow galvanize mengandung zinc lebih banyak, berbeda dengan besi hollow galvalume yang mengandung aluminium sebesar 55%, zinc sebesar 43,4% dan silikon sebesar 1,6%.
Jika dilihat sekilas, memang lapisan antara besi hollow galvanize dengan besi hollow galvalume memiliki tampilan yang serupa, namun motif kristal yang terdapat pada lapisan galvalume kelihatan lebih kecil dan lebih tertutup apabila dibandingkan dengan lapisan galvanize.
Kalau soal ketahanan terhadap karat, besi hollow galvalume cenderung lebih baik, namun sayangnya lebih sensitif terhadap goresan. Selain itu, besi hollow galvalume tidak tahan terhadap semen, sehingga sering mengalami pelapukan.

4. Besi Hollow Gypsum
Besi hollow yang keempat adalah besi hollow gypsum. Besi hollow jenis ini merupakan salah satu material bahan bangunan yang paling banyak diminati karena sifatnya yang sangat kokoh, ringan, tahan lama (kualitasnya lebih baik daripada material kayu), dan lebih aman dari serangan rayap. Besi hollow ini banyak dimanfaatkan dalam pembuatan rangka plafon untuk rumah dan gedung.
Bahan dasar untuk pembuatan besi hollow gypsum adalah material besi dengan spesifikasi lapisannya yang terdiri dari stainless dan meni (pigmen zinc anti karat). Lapisan cat yang terdapat pada besi hollow gypsum yang umum digunakan adalah cat yang berwarna merah atau hijau. Ukuran besi hollow gypsum pun sangat beragam, mulai dari 0,3 mm sampai dengan 0,4 mm.


Standar Industri dan Spesifikasi Besi Hollow

Spesifikasi dan standar untuk besi hollow dapat bervariasi tergantung pada negara, organisasi, dan jenis aplikasi yang digunakan. Namun, berikut adalah beberapa standar industri yang umumnya digunakan dalam konteks besi hollow di beberapa negara, termasuk Indonesia:

1. SNI (Standar Nasional Indonesia): Di Indonesia, besi hollow umumnya mengikuti standar nasional yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Standar ini mencakup berbagai aspek, termasuk dimensi, bahan, pengujian, dan persyaratan lainnya untuk besi hollow.

2.. ASTM (American Society for Testing and Materials): Di Amerika Serikat, ASTM mengeluarkan standar yang berlaku untuk produk baja, termasuk besi hollow. Standar ASTM sering digunakan dalam proyek konstruksi di seluruh dunia.

3. EN (European Norms): Di Eropa, standar EN digunakan untuk produk baja, termasuk besi hollow. Standar EN mengatur berbagai aspek seperti dimensi, bahan, dan persyaratan teknis lainnya.

4. JIS (Japanese Industrial Standards): Di Jepang, JIS adalah standar yang digunakan untuk berbagai produk industri, termasuk besi hollow. JIS mengatur spesifikasi teknis untuk produk tersebut.

5. DIN (Deutsches Institut für Normung): Di Jerman, standar DIN digunakan untuk mengatur produk baja, termasuk besi hollow. Standar ini diterbitkan oleh Deutsches Institut für Normung, badan standardisasi Jerman.

6. ISO (International Organization for Standardization): Beberapa spesifikasi besi hollow dapat mengacu pada standar ISO yang relevan untuk memastikan bahwa produk memenuhi persyaratan internasional.

Setiap standar ini memiliki persyaratan yang berbeda dalam hal dimensi, komposisi bahan, sifat mekanik, pengujian, dan perlakuan termal.

Sekian pembahasan mengenai Definisi Besi Hollow dan Keunggulan Besi Hollow, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda mengenai Besi Hollow. Anda bisa memilih bahan untuk lantai ini sesuai dengan kebutuhan.

INDONUSA CONBLOCK – Distributor U-Ditch, Konblok, Buis Beton, Kanstin Taman, Pagar Panel Beton  

Informasi Produk & Layanan

Chat via WhatsApp dengan Tim Sales Indonusa sekarang juga!